jarak bagi rasa

rindu barangkali adalah bentuk lain pelukan, ia juga menghangatkan.
jarak diciptakan bukan untuk air mata, lebih indah jika kita sama-sama berpikir bahwa jarak ada untuk memberikan ruang bagi masing-masing jiwa untuk merayakan serta merasakan cinta.
cinta macam apa yang tumbuh hanya dari pertemuan tanpa perpisahan?
biarlah hari-hari ini kita hidup dengan menabung perasaan,
menyimpan segudang tanya yang tak pernah mengudara, memendam gejolak rasa dengan cara-cara lucu lagi istimewa.
jarak itu biarlah terus tumbuh, biarkan ia besar lalu mengenal dengan baik siapa tuannya.
biarkan jarak terus melebar dan ciptakan ruang-ruang baru diantara kita.
kelak ketika jarak telah dewasa, biarkan ia sendiri yang bergerak dan menggerakkan jiwa-jiwa,
biarkan jarak mengerti bahwa hadirnya di dunia memiliki tujuan yang tidak sederhana,
jarak dilahirkan bukan untuk memisahkan,
ia ada untuk membuat tiap jiwa bersyukur dan bersabar tentang pertemuan dan perpisahan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
jemari kita bertemu karena memiliki ruang, bergenggaman menuju bintang.

percikan perasaan

DSC06113.JPG
Aku hanya ingin mengatakan, bahwa berada di dekatmu membuatku merasa nyaman, dan aku sangat tidak suka akan hal itu. Bukan, bukan karena kamu, semua karena aku. Aku yang masih jauh dari standar, membuatku tak mungkin bisa menjadi tempat bersandar.
Aku memang tidak peka, tapi kepekaan yang kumiliki lebih dari cukup untuk sekadar mengetahui apa yang mestinya ada dalam diriku sebagai modal awal untuk menyatakan perasaanku kepadamu.
Jelas kamu bukan penuntut, dari semua tutur katamu, kamu salah satu dari sedikit sahabat perempuanku yang berhati lembut (walaupun sahabat perempuanku juga sedikit). Namun aku sadar memiliki bukan sekadar perkara hari ini, tapi hari nanti. Bukan sekadar kita berdua, ini tentang hal besar yang ada di masing-masing dari kita.
Dari berbagai hal yang kudapati entah dari bacaan atau nasihat yang kuolah dari perkataan, kita membeli seseorang karena potensi yang ada di dalam diri mereka. Jujur saja, aku belum mampu benar melihat secara jelas potensi yang ada di dalam dirimu, namun bahkan dengan titik itu saja, aku telah terbeli olehmu.
Semoga saja, semoga saja aku tidak terbeli oleh kecantikan, atau kecerdasanmu, atau tingkah lakumu kala berhadapan dengan orang yang lebih tua dari dirimu, atau pola asuhmu pada anak-anak kecil yang terpaut usia cukup jauh darimu, atau dari caramu berjalan, atau dari caramu mengkombinasikan warna pakaian, ya, apapun itu, semoga saja bukan karena apa-apa yang telah tampak dihadapanku, sebab aku yakin jika itu yang sesungguhnya terjadi, tentu sekarang aku berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, sebab ya, jika itu kenyataannya, maka sungguh aku hanyalah seorang yang telah tertipu oleh apa yang tampak semata.
Ada yang bilang bahwa laki-laki memang tidak akan pernah mampu mengolah perasaan mereka sepenuhnya menjadi kalimat sederhana, tanyakan saja apa alasan ayah kita mencintai ibu kita, jawabannya tentu tidak akan pernah kita duga, laki-laki kabarnya memang begitu, berusaha mengekspresikan perasaannya lewat tindakan, sebab baginya cinta dan setia adalah kata kerja, tenaga yang membuatnya sanggup menjalani pagi hari yang bising dan penuh sesak ditengah himpitan kota untuk sekadar mengais rezeki bagi orang-orang yang mereka cinta, pulang tengah-tengah malam dan mampu bernafas lega saat membuka pintu dan ditenggoknya anak serta istri menunggu dengan setia di dalam rumah mereka yang sederhana.
Aku ingin menjadi laki-laki yang sedikit berbeda sebetulnya, toh apa salahnya jika tiap pagi aku ucapkan cinta?  padamu, pada anak-anak kita?
apa sulitnya sembari mengantarkan tidur anak-anak kita aku hadir dan sekadar bertanya bagaimana hari ini mereka jalani?  membagi cerita tentang apa yang juga kuhadapi?  monster berbentuk asap polusi, godaan berupa tahu tempe goreng yang kurang sehat?  bos atau bawahan yang mungkin hari itu membuat dinamika di tempat kerja?
***
aku hanya ingin mengatakan, sekalipun hari ini kenyamanan yang berhasil ada diantara kita sulit kutemukan penggantinya, tapi ada baiknya bagi kita untuk tetap saling menjaga. menjaga apa yang memang pantas dijaga dari masing-masing kita, sebab bukan rahasia bahwa cinta memiliki formula yang tidak bisa diduga, hari ini dan esok pagi mungkin cinta bisa mendominasi, tapi siapa yang menjamin lusa malam, minggu depan, kita masih memiliki porsi cinta yang sama?  dan siapa juga yang berani dengan mudah menyimpulkan bahwa kenyamanan yang kita temukan hari ini adalah cinta?
maka biarlah kepekaan ini tetap berada pada posisi yang sama, sebab jauh lebih baik bagi kita untuk tidak banyak menduga-duga, porsi kita adalah berusaha dan percaya pada rahasia indahNya.
karena dari awal kita tidak pernah benar-benar saling mengenali, tak ada salahnya untuk terus menjalani apa yang menurut kita memang menjadi apa yang kita sukai, sepanjang itu kita anggap baik dan membawa kebaikan, apapun itu, kelak ketika kita bertemu, tentu kita akan dengan mudah saling memahami dan menerima.
sebab aku tidak akan mau terbeli hanya karena apa yang terlihat oleh mata, sebaiknya akupun juga harus kembali menata apa yang hanya bisa dirasakan oleh hati,
sebab aku tidak ingin menjadi laki-laki yang kesulitan mengekspresikan perasaannya, aku akan terus berusaha untuk setidaknya menuangkan apa yang terjadi lewat kata-kata, maka terakhir, doakan aku untuk tetap bisa setia menuliskan, apapun, sebab akupun ingin agar kelak ketika aku berada dalam satu titik yang tidak lagi pernah sama, aku tetap bisa melihat siapa dan apa yang dulu pernah aku rasa.
dan kuharap kamupun melakukan hal yang sama, cinta.
 

Menenggok masa lalu : post pertama di tumblr saya

“aku ingin memulai hidup baru, sebagai bukti bahwa aku tidak pernah sedikitpun berhenti berlari, meskipun aku pernah terjatuh berkali-kali.” -Ihkam Aufar Z

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kawan,
dalam hidup ini entah ada berapa banyak ragam jenis makhluk hidup tak hidup yang sengaja dikirimkan Yang Maha Kuasa untuk menutupi langit cerah kita.
tiba-tiba tanpa permisi menguasai sebagian besar tingkah-laku, mengatur dan mendominasi tanpa malu-malu.
barangkali, tiap dari kita menyambutnya dengan wujud yang berbeda-beda, ada yang menjelma jadi sistem rumit dan menyebalkan, ada yang hidup dan tumbuh besar sebagai senior di satu jurusan, ada pula yang mungkin pada awal kehadiran sebetulnya begitu kita syukuri, banyak memberikan ruang dan pertolongan yang menyenangkan hati, namun belakangan justru berusaha kita hindari setengah mati.
kawan,
dalam hidup ini entah ada berapa banyak ragam jenis bentuk rupa karakter hidup tak hidup yang tanpa izin bermunculan di sekeliling kita,
menjadi awan kelabu yang menutupi langit biru,
menguji keluasan hati dan kedewasaan saat memberikan reaksi.
kawan,
hidup adalah tentang keberanian menghadapi tanda tanya,
hidup adalah tentang kesempatan dan tanggung jawab atas tiap pilihan,
maka saat beberapa awan kelabu datang menghampiri, saat ombak besar tiba-tiba hadir tanpa permisi,
itulah saat paling tepat bagi kita untuk mengambil nafas panjang, menjernihkan pikiran sebelum pada akhirnya melangkah, mengambil keputusan.
silahkan menepi, sejenak berdiam, menenangkan diri, mencoba melihat apa yang terjadi tanpa banyak campur tangan emosi.
kawan,
ini bukanlah akhir dari perjalanan,
bahkan barangkali dibandingkan para pendahulu, apa yang kita hadapi dan lakukan masih jauh dari kata perjuangan.
maka sadari dan pahami dengan penuh pemaknaan, bahkan hidup selamanya adalah kombinasi sabar dan syukur yang tidak mengenal pemberhentian.
 
 

P.s : post pertama saya adalah quotes diatas, foto dan pemaknaan mengiringi belakangan  :))

tumbuh dan mekar, tangguh serta tetap sabar.

Perlahan tapi pasti, orang-orang yang hadir dalam hidup kita akan semakin menyayangi kita dengan cara yang berbeda, memberikan kepercayaan lebih, menitipkan harapan yang lebih, mengurangi interaksi yang tidak perlu, mengurangi canda tawa dan sebagainya. Barangkali, bentuknya pun kadang akan jauh lebih beragam, diam saat bertemu, menuntut tanpa pengertian, datang dan pergi tanpa banyak penjelasan, berbisik dalam keramaian, mencampuri urusan atau justru menghindari percakapan, ah, atas semuanya, semoga saja, kita diberikan kemampuan yang lebih tinggi untuk memahami setiap tanda yang ada, kemampuan yang setidaknya cukup untuk menerjemahkan berbagai gejolak rasa menjadi jawaban serta tindakan yang sederhana, sehingga ekspresi cinta dapat terserap tanpa bias, sehingga masing-masing kita tetap bisa berekspresi dengan bebas.

***
cropped-path-2015-08-16-00_18.jpg
berapa usia kita sekarang? usiaku ketika menulis ini 20 tahun kawan.
jika aku mati di usia 60 tahun, maka sudah 1/3 perjalanan kulewati.
atas segala hal yang sudahku lalui, ucap syukur tiada henti atas berbagai karunia yang datang dan senantiasa menghiasi tanpa henti.
kawan,
apa yang menjadi masalah terbesar dalam hidup kalian hari ini?
ah, sebelum melayang-layang dalam senandung curhatan tak berujung, ini adalah tulisan pertama, selepas aku tenggok kembali dan kutiup jauh-jauh debu yang mulai menempel di sudut-sudut laman blog ini, tetiba teringat akan semangat awal kala baru beranjak dari bangku SMA, semangat untuk segera memanfaatkan berbagai fasilitas yang dimiliki untuk bisa berkontribusi lebih banyak lagi.
ini adalah tulisan pertama yang kutuliskan, jujur saja, tak banyak yang ingin diungkapkan, hanya sekadar ingin merayakan keberhasilanku atas perlawanan  menakhlukan rasa malas dari segala excuse yang biasanya mampir saat aku berusaha untuk menapaki langkah-langkah awal, seperti merapihkan blog ini.
***
kawan,
kita semua, suka tidak suka, akan semakin tumbuh dan berkembang.
aku suka analogi pohon, kita ibarat pohon-pohon yang ada di berbagai wilayah, dalam satu keadaan, pohon besar bisa saja justru akan dicabut lebih dulu, entah akan dimanfaatkan untuk kebutuhan perkakas atau justru di tanam di tempat yang baru, dalam satu keadaan, bisa saja satu wilayah berisi pohon-pohon sejenis, relatif memiliki kesamaan baik dari tinggi maupun akar pemahaman, tapi yang pasti, setiap pohon, akan selalu berusaha untuk hidup dan tumbuh, begitupun kita.
maka sadari dan pahami bahwa seiring berjalannya waktu, perlahan tapi pasti, kita akan semakin meninggi, membubung menembus batas-batas yang dulu saat masih kecil terasa jauh dan begitu rumit.
maka sadari dan pahami, semakin tinggi kita bertumbuh, apa yang kita lihat tidak akan pernah sama lagi, tidak akan bisa kita jangkau dan pahami dengan cara yang dulu lagi.
maka sadari dan pahami, dengan berbagai perbedaan itu, sejatinya kita pun telah mengalami perubahan, akar yang menancap jauh lebih kuat, gurat-gurat yang lebih tegas, jumlah daun dan ranting yang semakin lebat,
maka sadari dan pahami, semakin kita bertumbuh, semakin kencang pula angin yang akan menerpa kita.
adakalanya suatu hari nanti kau akan dapati, angin tidak berhasil merubuhkan dirimu, namun teman yang berada beberapa jengkal dari tempatmu.
adakalanya suatu hari nanti kau akan dapati, angin tak mampu untuk mencabut kamu dari akarmu, namun teman yang berada tepat di sampingmu, teman yang selama tumbuh dan berkembang selalu hadir dalam hari-harimu, tiba-tiba saja rubuh. tanpa diawali oleh keluhan, tanpa dibuka oleh beberapa gejala sakit yang berlebihan.
dan mungkin,
adakalanya suatu hari nanti akan engkau rasakan sendiri, saat sekitarmu merasa bahwa hembusan angin yang ada hanyalah hembusan sederhana, saat sahabat-sahabat yang berada disekitarmu terlihat tetap dapat tumbuh dan berkembang tanpa banyak terhambat kendala, tiba-tiba saja. gubrak. kamu tumbang. tumbang tepat disaat sekelilingmu sedang membicarakan kebaikanmu. tumbang saat sekelilingmu merasa bahwa kamu adalah yang terhebat, kamu adalah yang terkuat.
aih, semua mungkin saja terjadi bukan, kawan?
tapi atas berbagai fenomena yang mungkin terjadi di depan sana,
sadari dan pahami juga bahwa semakin kita tumbuh, akan ada banyak kebaikan yang lebih mudah kita bagikan.
rindangnya dahan, lezatnya buah-buahan, cantiknya bunga yang berguguran.
sebab perjalanan panjang tumbuh dan berkembang, sesakit apapun, sepahit apapun, akan menyisakan batang-batang terbaik untuk mempersembahkan karya bakti terbaik.
maka kawan, mari terus berjalan, mari bersama terus tumbuh dan meraksasa, mari bersabar dan terbang mengangkasa.
***
maka atas kemenangan sederhana di malam ini, kurayakan di Coffee Toffee Depok, semoga kedepan, akan muncul lagi kemenangan-kemenangan lain atas penakhlukan kerikil-kerikil bahkan batuan-batuan yang ada di dalam diri.
sebab pertarungan dengan diri sendiri merupakan pertarungan tiada akhir, sampai diri ini lebur lalu beranjak menuju pertarungan yang selanjutnya.
akhir kata,
Selamat membaca, selamat menikmati,
bagi kalian yang ditakdirkan mampu merasa dan memahami, tulisan sederhana dari diriku ini.