Sapaan Pagi,untukmu UI.  :)


Hai UI!
apa kabar?  semoga dalam keadaan baik ya.
 
salam kenal, aku Aufar.
aku sekarang ada di tingkat tiga, jurusan manajemen, fakultas ekonomi dan bisnis.
 
UI,
sengaja kutulis surat ini sebagai ekspresi rinduku, sebab telah begitu lama aku ada di rumahmu, tapi tidak pernah sekalipun bertemu denganmu.
 
UI,
 
rumahmu luar biasa indah, aku yang jadi saksi bagaimana di pagi hari, embun dan matahari masih berpadu dengan manis menghiasi hidup kami, para mahasiswa yang bersyukur menjalani hidup dirumahmu.
 
UI,
aku ingin sedikit bercerita,
kemarin, aku kembali diuji.
satu proses yang secara garis besar ingin menilai seberapa pantas aku mencintaimu, seberapa aku bersyukur pernah mengenalmu. banyak orang bertanya, menguji bahkan meragukan atas berbagai alasan serta rencana yang kedepan akan coba kupersembahkan padamu.
 
UI, aku maju menjadi ketua orientasi kehidupan kampus, satu acara dimana kami berusaha menghadirkan kamu sebagai tokoh pada acara utama yang disajikan secara istimewa untuk tiap mahasiswa baru yang baru,
adik-adik manis yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di rumahmu.
 
UI, setelah proses itu aku lantas banyak berfikir, apakah memang aku layak memimpin prosesi ini?
 
ini bukan permainan, bukan cinta monyet yang bisa sewaktu-waktu pergi tanpa alasan. bukan pula perlombaan, bukan ajang kompetisi dimana selalu ada lawan dan kekalahan.
 
UI, kemarin aku semakin sadar bahwa untuk mengundangmu, butuh lebih dari sekedar seorang sosok yang fanatik kepadamu, aku.
sebab cinta kepadamu tidak lantas mampu mengundangmu seketika, kamu dengan sombongnya pernah berkata “aku hanya hadir saat sekumpulan orang dapat mencintaiku secara bersama-sama”
 
UI, aku mencintaimu, datanglah kelak di acara itu.
 
UI, kehadiranmu selalu kami tunggu, nasehat-nasehatmu akan jadi tenaga besar bagi kami untuk menghadapi dunia yang semakin tidak ramah ini,
 
aku janji akan kumpulkan mereka, orang-orang yang juga akan berusaha mencintaimu, sebisaku, semampuku.
 
apakah kamu mau membantuku?
 
 
dari aku yang merindukan hadirmu,
calon PO OKK UI 2016
Aufar
________
UI adalah inspirasi. UI adalah inovasi. UI adalah kreativitas tinggi. UI adalah solusi.
UI adalah kamu.
bantu aku menghadirkan UI kamu, UI butuh kita untuk jadi satu.
Bit.ly/GreatOKKUI16-PI untuk kamu yang ingin hadirkan UI dengan peran sebagai Pengurus Inti.
Bit.ly/GreatOKKUI16-BPH untuk kamu yang ingin hadirkan UI dengan peran sebagai Badan Pengurus Harian.
Pastikan kamu berperan dalam perjalanan ini, sebab kesempatan untuk hadirkan UI tidak akan pernah datang dua kali.
Siapapun kamu, apapun warnamu. Selama kamu percaya membangun UI adalah membangun Indonesia, bergabung dalam perjalanan ini akan kami pastikan jadi perjalanan yang istimewa.
🙂
*foto diambil dari PP WA Ammar Yasir, semoga dia suka.   :3

Bertahan

selalu suka dengan tulisan ini, jadi salah satu sumber tenaga ketika merasa tidak ada lagi seorang pun yang mampu mengerti dan memahami. membuat saya kembali yakin bahwa Tuhan selalu ada, dan akan terus memberikan pertolonganNya. sebab Tuhan tidak akan pernah memberikan beban melebihi kemampuan hambaNya.

catatan perjalanan : OKK UI 2016 (1)

tulisan ini dibuat malam hari, selepas proses Uji Kelayakan dan Kepatutan PO OKK UI 2016.
____
Malam ini jadi saksi, bagaimana lagi-lagi seorang Aufar ternyata masih jauh dari apa yang mungkin sering ia tampilkan jika berada di depan orang lain.
____
Ada banyak hal terjadi dalam kurun waktu hanya sekitar 12 jam terakhir.
Terutama di 6 jam terakhir.
Tapi sebetulnya, barangkali 12 jam terakhir ini menjadi lebih bermakna sebab ada rangkaian cerita sebelumnya, beberapa ratus jam yang jadi bagian penting sebagai pengantar.
gue lagi coba maju sebagai seorang ketua acara OKK UI, sebuah acara tingkat universitas yang melibatkan cukup banyak manusia.
kemarin malam adalah saksi bagaimana gue masihlah anak cupu yang baru bisa menggambarkan konsep secara kasar.
ada beberapa yang terjadi dan itu benar-benar, berharga.
ada orang yang hadir, mengutarakan niatan baik untuk turut serta bergabung, masuk dalam tim, menawarkan dirinya untuk tiap bantuan yang bisa ia berikan, jujur gue selalu luluh sama segala hal berciri volunteerism, tapi ternyata di perjalanan dia menciptakan dinamika yang gak terduga, belum lagi gimana sakitnya menerima penolakan-penolakan yang justu datang dari orang-orang yang elo kira bisa jadi orang-orang pertama yang siap berjuang tanpa banyak tanya, gak bakal pernah lupa segala macem dukungan gak terduga dari orang-orang yang sederhana, dari mereka yang sesimpel percaya sama diri elo, mereka yang berusaha ngasih apa yang mereka bisa kasih tanpa banyak basa-basi. dan lainnya.
gue selalu percaya, dan akan terus percaya, bahwa ada lebih banyak orang baik di dunia.
beberapa ratus jam kemarin menjadi saksi bagaimana atas segala keterbatasan sumberdaya manusia yang gue kenal, tetep hadir bantuan dan pada akhirnya bersyukur bisa tetep coba memberikan satu gagasan di momen UKK lisan.
____

apa jadinya jika orang-orang yang kamu kira bisa kamu andalkan ternyata justru berbalik dan melawan?
apa jadinya jika orang-orang yang kamu anggap tidak lebih baik darimu ternyata menyimpan potensi yang melampaui segala kemampuan yang kamu miliki?
apa jadinya jika mimpi sederhana di mata kita bisa memiliki makna yang berharga dimata yang lainnya?
sudah tepatkah kita menilai semuanya? sudah adakah dalam diri kita kemampuan untuk menentukan harga dari tiap laku perbuatan sekitar kita?

____
malam tadi jadi saksi, bahwa gue semakin yakin, sejatinya manusia bukanlah apa-apa, bukanlah siapa-siapa.
tugas manusia sejatinya hanya berusaha. gak ada secuil pun kehebatan yang dimiliki manusia untuk bisa lantas dengan sombong menilai hitam-putih sesuatu, mengendalikan akhir seolah ialah sang penentu.
 
segala dinamika yang ada didalamnya merupakan bagian dari proses penempaan Tuhan agar kita mampu naik ke level selanjutnya. elo yakin elo cukup keren dengan segala konsep dan gagasan? tunggu sampai tiba-tiba hadir orang yang dengan santai bisa bertanya dan membalikkan keadaan. elo yakin jaringan elo cukup kuat untuk menggerakkan setiap komponen untuk mencapai tujuan? tunggu sampai elo dengan sepasang mata elo langsung ngeliat gimana jaringan elo pada akhirnya masih begitu berantakan, masih belum dengan baik berhimpun dan tersatukan.
maka pada akhirnya justru itulah kelemahan sekaligus kekuatan manusia, sebagai hamba, kita tidak pernah bisa mengendalikan hasil akhir dari tiap usaha, maka tentu selalu ada campur tangan, maka tentu selalu hadir keajaiban, usaha manusia sejatinya adalah bagian dari “ritual” sesorang hamba untuk mendapatkan “tanda tangan” dari Yang Maha Kuasa, maka maknailah tiap “perjalanan” yang ada dengan sebaik-baiknya.

Dibawah Langit Asrama

12716148_160044287709842_8854761243432167203_o

Awan tak pernah berharap akan berubah menjadi tetesan, sebab bersama-sama dilangit baginya terasa begitu menyenangkan.
 

Menghabiskan tiga tahun pertama di pedalaman hutan Cinangka lalu singkat cerita ternyata berlanjut menjadi enam tahun, dan pada akhirnya menghabiskan kembali dua tahun dengan judul besar yang sama, asrama.
SMP-SMA di asrama Nurul Fikri, Serang, sebuah sekolah asrama yang jauh dari hiruk-pikuk kota, pagi bermandikan sinar mentari, tanpa polusi, tanpa bising peluit pak polisi.
Lepas SMA, masuk dalam rumah besar Universitas Indonesia, kembali dipertemukan dengan berbagai kesempatan dan pesona khas dunia mahasiswa, dinamika pergerakan serta dakwah islam kembali menyapa, dan disanalah singkat cerita kembali bergabung dalam sebuah tempat, kastil biru pelangi, Rumah Kepemimpinan PPSDMS Nurul Fikri.
Berada dalam satu tempat dengan beragam jenis manusia selalu menciptakan kisah yang tidak biasa, dan asrama, barangkali adalah ciptakan Tuhan yang sengaja dihadirkan di satu tempat tidak biasa dengan tujuan yang juga istimewa. Serang dan Depok, dua kota, dua asrama yang berbeda, dan disinilah sekarang aku masih berada.
 
 
11794158_10153527836650818_4101116009941652203_o
 

Tetesan tidak pernah berani menuntut lebih, sebab baginya langit sudah tempat tertinggi yang bisa ia raih.

 
60 hari kurang lebih waktu yang tersisa saat tulisan ini sedang dalam proses penyelesaian, waktu yang terlalu singkat untuk ciptakan momen-momen yang hangat, ya, kami sudah tiba di penghujung, sedang menyiapkan segala hal tentang pasca-kampus, berbicara mengenai pekerjaan, mengenai sektor mana yang kelak akan jadi tempat kami bermain dan bertahan.
Tentu ada banyak hal yang telah kami lakukan, terlalu banyak hingga tak lagi penting berapa persis jumlahnya, yang kami semua tahu dan sepakati, setiap hal yang kami lakukan bersama-sama adalah hal-hal paling bermakna. Ada yang bilang bahwa hidup adalah tentang pilihan dan pemaknaan atas tiap pilihan yang kita ambil, asrama ini mengajarkan untuk selalu memaknai tiap pilihan sebagai sebuah proses pembelajaran tanpa akhir.
Masih jelas dalam ingatan momen awal bersatu, dibawah panas terik yang sama kami berlatih baris berbaris, di dalam atap yang sama kami satu-satu menyebutkan nama, asal fakultas, angkatan dan beberapa identitas formal bagai sebuah perkenalan singkat sebuah anggota klub sepakbola yang baru terbentuk.
Memilih satu presiden, sebutan bagi kepala suku yang memimpin gerak kedepan, keluar satu nama, si rambut poni alay Yanis. Ah, masih jelas juga wajah-wajah yang dulu sempat mewarnai, ada Krishna si kamprut yang ceria, satu-satunya partner in crime sempurna yang bisa ngajarin cara ngadepin orang yang lebih tua dengan muka tanpa dosa, Geri, abang yang gue sayangi sepenuh hati, gaya bercanda khas dan ketawa yang gak tahu diri, Badur, ahli komputer yang menurut gue pribadi paling siap menghadapi kejamnya dunia paska kampus, desain yang bertenaga dan penuh makna, Giffari, beruang coklat hidup yang siap memberikan pelukan kapan saja, dibalik segala senyuman menghadapi banyak tantangan dan memiliki mimpi besar yang begitu mengesankan, wawasan luasnya sulit ditandingi oleh ksatria kebanyakan, Pudin, makhluk satu ini terlalu unik untuk hidup berasrama, meski bersama Jati selalu terlihat tergeletak tak berdaya di pembaringan namun diam-diam mengisi pos-pos penting dalam berbagai level organisasi kepanitiaan, Jati, dugong rusia yang hatinya rapuh dan gampang goyah karena melihat cewek cantik, gue rasa Jati perlu menyegerakan, Hegar, kalem, diam-diam menamatkan berbagai game RPG, dan disamping itu dakwah juga jadi laku utama, Bagas, well, yang gue kenal sampe titik ketika berpisah asrama, dia anak baik, hampir gak pernah keliatan lemah, dan selalu berusaha ngasih dan jadi yang terbaik dimanapun dan apapun kondisinya, Haykal, bos besar yang rela jadi “donatur” asrama dengan berbagai sharing fasilitas yang dia punya, terakhir Bagus, si kaku yang diem-diem menikung semua dari kita tepat di belokan terakhir, disaat masa-masa akhir pembinaan tiba-tiba meminta agar dijadikan alumni dini karena harus bertanggung jawab atas perasaan yang terlanjur meluap di dalam hati, iya dia menikah, padahal beberapa waktu sebelumnya kita masih naik gunung Prau bareng dan cerita banyak soal galau-galau alay masa-masa SMP-SMA dulu.
Kalau ditanya apa yang paling istimewa selama berada diasrama, gue akan jawab semua. Iya, semua hal yang ada disini istimewa.
Lebay sih, cuman gimana ya,  dengan segala kisah yang berhasil dicipta, baik-buruk, sedih-senang, berada bersama dalam satu atap dan menjalani hidup, menetap dan saling menjaga agar tidak ada yang redup, pada akhirnya ada gambar besar yang berhasil dilukis bersama, dengan segala kekurangan-kelebihan yang ada.
 
 
IMG_1747
 

Namun awan tahu betul hidup dalam kondisi yang sama, terus-menerus, hanya akan ciptakan kejenuhan, sebab sekadar bersama tanpa makna bukanlah tujuan.

 
Maka hari-hari selanjutnya pernah pula diisi oleh kisah-kisah drama-realita yang sungguh tidak sederhana, pertemuan-perpisahan seolah menjadi kombinasi hangat yang siap menyambut kita dalam beberapa bulan sekali, seolah ritual ini memang sengaja dibentuk demi menempa hati-hati kami.  Lebih lagi, berbagai mimpi bermekaran, tumbuh dan bertaburan, semua mimpi yang dulu hanya terucap di bibir sebagai kata-kata sederhana, banyak darinya yang besar menjadi realita.
Sosok-sosok penuh perjuangan-pengorbanan, merintis kastil biru sejak awal pendirian, berbekal semangat menciptakan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat, rela meninggalkan berbagai hal yang sebetulnya terlihat lebih nikmat.  Ust. Musholi, Bang Bachtiar Firdaus, dan segenap jagoan di jajaran eksekutif pusat-regional yang sungguh dengan teladan mengajarkan arti penting kebermanfaatan, bahwa hidup ini berharga, bahwa mimpi besar harus diwujudkan bersama-sama, bahwa tak ada tujuan lain selain meraih ridho Allah subhanahu wataala.
 
Sampailah kita pada akhir-akhir masa pembinaan, namun jelas visi besar Rumah Kepemimpinan masih akan terus melekat dalam tiap langkah perjuangan, sebab berawal dari sini kita sejatinya telah berkomitmen untuk ditempa, sebab bermula dari sini mimpi besar itu insya Allah perlahan akan menjadi nyata dalam wujud peradaban.
 
 
yang bersyukur pernah hidup berasrama, Ihkam Aufar Zuhairi